Sarasehan Memperingatai Hari Jadi ke 45 PBI

26/03/2015

PBI-1Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) pada hari Jumat, 6 Maret 2015 bertempat di Gedung Kusnoto Lt. 6 malaksanakan kegiatan Sarasehan dalam rangka Ulang Tahun PBI ke 45. Acara yang dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta ini terdiri dari peneliti, para pejabat struktural dilingkungan LIPI, pakar biologi/biologiwan dan peminat/pemerhati biologi mengambil tema “Kontribusi Ilmu Pengetahuan Bidang Biologi untuk Indonesia Sejahtera”. Hadir pula pada acara ini pakar biologi senior yang menjadi anggota dewan kepakaran PBI pusat dan merupakan pionir pengembangan ilmu biologi di Indonesia.

Agenda kegiatan sarasehan ini diawali dengan sambutan Kepala Pusat Penelitian Biologi – LIPI yang menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan ini perlu dilakukan secara berkala sebagai forum bertukar gagasan dan diharapkan menjadi arena penurunan nilai-nilai persfektif kristal pengetahuan, idealisme, passion dari generasi yang lebih senior ke yang junior. Beliau juga menghimbau dengan hadirnya para pakar biologi dalam acara saresehan ini jangan sampai disia-siakan, tapi hendaknya dijadikan tempat bertanya dan meminta masukkan dalam upaya memanfatkan apa yang kita punya untuk masa yang akan datang. Topik sarasehan yang menghadapkan ilmu dasar biologi pada tantangan aplikatif kesejahteraan bisa menimbulkan kegamangan, namun jalur tersedia dan terserah pada kreativitas kita dalam merangkainya. Satu hal lagi yang sangat penting dan tidak kalah pentingnya dengan yang lain adalah aspek pendidikan untuk kehidupan. Perlu adanya penekanan aspek praktis dalam ilmu biologi sebagai sarana pengajaran dan pendidikan di sekolah. Hal ini menjadi modal utama dalam memahami dan memanfaatkan kekayaan biodivesity Indonesia yang saking kayanya belum selesai kita menghitungnya tetapi justru telah menarik peneliti asing untuk mendapatkan akses dengan berbagai cara, dan kemungkinan terjadinya biopiracy tidak bisa dihentikan. Padahal dalam pasal 33 ayat 3 UUD 45 dan amandemennya memberi landasan hukum yang kuat bahwa biodiversity yang merupakan modal dalam kerjasama dengan asing adalah milik negara kita dan sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat. Mengarahkan ilmu biologi untuk membangun masyarakat sejahtera melalui biodiversity bukan merupakan tantangan yang terlalu berat. Ketajaman memilih topik yang relevan, dedikasi, kerja keras, passion, antusiasm, sinergi, integritas adalah kata-kata kunci yang perlu dihayati dan diterapkan untuk mengelola biodiversity untuk kesejahteraan Indonesia.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan acara Saresahan dalam rangka Ulang Tahun PBI ke 45 oleh ketua umum PBI yang juga merupakan Sestama LIPI. Pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa abad 21 ini merupakan “Abad Biologi” dan pada kesempatan inilah PBI dengan para pakar dan ahli biologinya sudah seharusnya dapat menunjukkan kontribusinya kepada pemerintah khususnya bangsa Indonesia sehingga Indonesia bisa mandiri, berdaya saing dengan kekayaan yang berlimpah yang ada di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Keberadaan ilmu biologi berperan penting terutama dalam pengembangan industri berbasis biologi yang sudah diadopsi oleh banyak negara di Eropa dan Amerika. Tidak ketinggalan negara Malaysia juga sudah me-launching bio ekonomi pada tahun 2012. Sedangkan Indonesia sendiri masih belum jelas sektoralnya dan tidak mengarah kepada pentingnya biologi, padahal Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah, namun ternyata belum bisa memanfaatkan kekayaan itu seoptimal mungkin, malah para peneliti asing yang datang ke Indonesia mencuri dan mengembangkannya.

Pemerintah belum menganggap penting penelitian mengeksplore kekayaan potensi yang berupa keanekaragam hayati yang kita miliki, sehingga perjalanan dinas kena potong terus. Dengan demikian perlu kiranya ada pihak yang dapat memberikan masukan kepada pemerintah akan pentingnya mengeksplore, mengungkapkan kekayaan dan juga potensinya serta riset-riset yang berbasis bio untuk mendukung bio ekonomi di Indonesia agar jangan sampai dimanfaatkan oleh negara asing. Sejarah mencatat bahwa dalam mencari jawaban pertanyaan sejak awal abad ke 19 berkembang pola-pola pemikiran para biolog yang pada awalnya bersifat filsafati berubah menjadi eksperimental dan ini merupakan tantangan bagi para biolog. Dimasa yang akan datang biologi memiliki posisi menentukan dalam menjamin kelangsungan kehidupan di planet bumi, oleh karena itu biologi modern akan ditentukan oleh penguasaaan disiplin bidang biokimia, genetika dan mikrobiologi menurut Prof. Mien Achmad Rifai M.Sc.,Ph.D. Sejarah perkembangan keilmuan pada bidang biologi terbukti telah dapat meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam penelitian ilmiah, oleh karena itu penyadaran terhadap pentingnya pengembangan ilmu biologi harus terus ditanamkan kepada generasi muda. Dengan menanamkan, membesarkan dan menentukan bibit-bibit budaya ilmiah. Ketimpangan pemahaman antara ilmu biologi dasar dan biologi terapan perlu segera mendapatkan pencerahan, oleh karena itu dalam sarasehan ini akan didiskusikan beberapa topik bahasan yang terkait dengan kontribusi ilmu pengetahuan bidang biologi untuk Indonesia sejahtera.

PBI-5Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dibagi dalam 3 sesi. Sesi I diisi dengan pemaparan mengenai peran organisasi profesi dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas bagi penelitian, pendidikan dan komunikasi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kesiapan SDM di perguruan tinggi dalam pembelajaran biologi dan diakhiri dengan pemaparan progress update IBSAP 2015-2020. Acara kemudian dilanjutkan setelah solat Jumat dengan diskusi sesi II yang diawali pemaparan mengenai peran ilmu pengetahuan dasar bidang biologi taksonomi dan biosistematik dalam era bioteknologi, kemudian disambung dengan pemaparan mengenai biologi kedokteran sabagai sarana meningkatkan kualitas SDM Indonesia dan diakhiri dengan biologi lingkungan dan evolusi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi III yang diawali pemaparan mengenai peran satwa liar dalam penyebaran penyakit zoonatik yang dilanjutkan dengan pemaparan etnobotani dengan mengangkat tema menggali budaya lokal yang arif untuk pengembangan iptek dan diakhiri dengan mengetengahkan bahan diskusi dengan tema menakar kontribusi mikrobiologi dalam mensejahterakan Indonesia.

PBI-6Di akhir acara sarasehan ditutup oleh Ketua Umum PBI (dalam hal ini diwakili oleh Sekjen PBI). Beliau menyampaikan terimaksihnya pada semua peserta dan pembicara yang tampil hari ini terutama terkait dengan saran, masukan, kritik terkait dengan Perhimpunan Biologi Indonesia yang memang faktanya adalah perlu mendapat perhatian khusus. Beliau berpesan agar seluruh pengurus berupaya dan bekerja keras untuk mewujudkan semua saran, usulan dan kritikan yang telah disampaikan oleh para peserta yang hadir, hal ini agar PBI bisa menjadi lebih bermanfaat dan berdayaguna untuk stake holder semua termasuk kita. Beliau juga berharap agar hasil saresahan ini dapat dijadikan bahan diskusi untuk dapat ditindaklanjuti bagaimana sebaiknya program-program PBI perlu dilaksanakan di masa depan. Terkait dengan rumusan 7a sampai i yang dihasilhan dari acara saresehan ini, PBI disarankan agar semua poin menjadi fokus dalam upaya perbaikan, juga disampaikan pula ucapan terimakasih kepada seluruh panitia puslit Biologi yang memfasilitasi kegiatan ini, tidak lupa permintaan maaf kepada semua peserta yang hadir bilamana pelayanan dari Pengurus Pusat Perhimpunan Biologi Indonesia masih di rasa kurang, serta perminta maaf bila pelaksanaan sarasehan yang memakan waktu dari pagi sampai sore ini kurang memuaskan peserta yang hadir.

PBI-4Rumusan kegiatan sarasehan dalam rangka memperingati ulang tahun PBI ke 45, di Gedung Kusnoto lantai 6, hari Jumat, 6 Maret 2015.

  1. Sumbangan ilmu biologi untuk membangun masyarakat sejahtera melalui sumber daya biologi yang dimiliki bangsa Indonesia bukan merupakan tantangan yang terlalu berat, ketajaman dalam memilih topik yang relevan, dedikasi, kerja keras, passion, autusiasm, sinergi dan integritas adalah kata kunci yang harus di fahami oleh setiap anggota PBI agar memiliki komitmen yang sama dalam mengembangkan ilmu biologi.
  2. Untuk cepat mengambil manfaat semua produk kecendikiaan dalam bidang biologi, perlu penajaman kesinambungan mata rantai hasil kegiatan semua pranata litbang mulai dari penelitian dasar dan terapan, pengembangan teknologi dan pencitraan inovasi teknik produksi.
  3. Budaya IPTEK khususnya biologi perlu ditumbuhkan dan dimapankan untuk membuat semua orang Indonesia memahami, menghayati dan mengamalkan bahwa “Biology is a fundamental for agrycultural, medicinal, and bio industrial development”.
  4. Ilmu dasar biologi termasuk ilmu taksonomi dan sistematika memiliki manfaat yang sangat besar bagi pembangunan bangsa jika pengembangan dan pemanfaatan ilmu tersebut melibatkan kemajuan pengetahuan dan teknologi modern, oleh karena itu perlu upaya menyadarkan pengambil kebijakan bahwa penelitian ilmu dasar biologi merupakan agenda yang sama pentingnya dengan agenda-agenda lain dari pembangunan bangsa.
  5. Riset dan pengembangan bidang biologi kedokteran perlu dikembangkan untuk mengungkap pengetahuan dasar biologi manusia indonesia sehingga dapat dimanfaatkan bagi dunia kedokteran Indonesia yang tidak bergantung pada bangsa lain.
  6. Kekayaan khasanah biologi Indonesia seperti kekayaan, keragaman dan keunikan mikroba, tumbuhan dan satwa liar dan endemik serta kekayaan etnobiologi Indonesia hendaknya menjadi modal bangsa yang harus diamankan, dipelihara, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kemandirian bangsa yang lebih sejahtera. Hal ini memerlukan upaya untuk menyadarkan masyarakat dan pengambil kebijakan akan pentingnya memelihara lingkungan dan kekayaan hayati Indonesia.
  7. (Khusus untuk PBI) PBI diharapkan (dalam beberapa hal harus):
  8. Mulai menggalakan anggotanya agar mampu menemukan bentuk-bentuk hasil kontribusinya yang betul-betul user friendly karena mudah dipakai dan dimanfaatkan oleh para penggaris kebijakan, pengambil keputusan, perencana kegiatan dan pengetahuan.
  9. Dikelola dengan lebih profesional sehingga kualitas organisasi profesi PBI akan setara dengan organisasi profesi lain baik di dalam maupun di luar negeri.
  10. Bekerjasama dengan cabang-cabang PBI di seluruh Indonesia untuk memberdayakan potensi yang ada pada setiap cabang dalam rangka membangun PBI yang lebih besar dan kuat.
  11. Dapat terlibat dalam perumusan dan implementasi kehati di Indonesia termasuk menciptakan peluang agar kegiatan riset dasar di bidang biologi mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah atau pengambil kebijakan.
  12. Menjadi perekat antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian di bidang biologi sehingga dapat bersama-sama membangun kompetensi biologi untuk menghadapi era biologi abad 21 melalui resource sharingdan kerjasama yang lebih produktif.
  13. Dapat berkembang menjadi organisasi profesi yang menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum pendidikan biologi di Indonesia dari mulai sekola dasar sampai perguruan tinggi.
  14. Dapat memberdayakan lulusan biologi dari segi regulasi pemerintah untuk memudahkan penempatan sarjana biologi dalam dunia kerja.
  15. Dapat menjadi garda terdepan dalam upaya mendorong minat generasi muda dalam menekuni bidang biologi.
  16. Diharapkan memiliki jurnal ilmiah berskala intenasional yang berkelas (terindeks scopus atau sci thomson) sebagai sarana untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian biologi di Indonesia dan juga promosi PBI ke dunia internasional.

Artikel ini ditulis oleh : Yanti Eka Pertiwi (Humas Puslit Biologi) | 25 Maret 2015


SEMIRATA 2015 – Pontianak, 6 – 9 Mei 2015

07/03/2014
Rapat Tahunan Seminar Nasional Field Trip

Seminar Nasional Biologi XXII dan Kongres PBI XV di Purwokerto

07/11/2013

WK-1

Seminar Nasional Biologi XXII dan Kongres Perhimpinan Biologi Indonesia (PBI) XV di Purwokerto telah diselenggarakan pada 30 Agustus sampai dengan 1 September 2013 di “Graha Widyatama” Auditorium Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Salah satu issue utama adalah pembangunan ekonomi hijau yang kurang mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan Indonesia, dimana menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dengan pendayagunaan kekayaan suberdaya hayati (bioresources) secara lestari perlu diusulkan lebih kuat dan konkret oleh PBI kepada Pemerintah Indonesia berdasarkan hasil-hasil riset insan biologi Indonesia. Hal tersebut perlu diangkat menjadi topik utama dalam forum PBI tahun 2013 ini karena pembangunan Indonesia masih mengambil haluan ekonomi eksplotatif yang menyebabkan terjadinya penurunan habitat di Indonesia. Perubahan dan kerusakan habitat akan mengarah pada kepunahan bioresources (kekayaan jenis flora, fauna dan organisme lain) yang tak ternilai. Oleh karena itu pemanfaatan bioresources Indonesia perlu dibarengi dengan upaya perlindungan lestari dan basis riset yang kuat demi keberlangsungan biosfer termasuk manusia Indonesia. Belum kuatnya pangkalan data kekayaan sumberdaya hayati Indonesia dan kurangya pendidikan yang berorientasi pada lingkungan hayati Indonesia dapat bermuara pada tingginya potensi kehilangan bioresources yang sangat bernilai baik secara ekonomi maupun ekologis akibat pembangunan eksploitatif. Issue pendidikan biologi di Indonesia yang merupakan salah satu akar permasalahan dari uraian tersebut di atas juga perlu didiskusikan, sehingga bersamaan dengan implementasi kurikulum nasional tahun 2013 hal ini perlu dibahas dan disikapi oleh PBI.

 WK-3

Seminar Nasional Biologi 2013 dengan tema ” Peran biologi dalam pendayagunaan bioresources Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa” dihadiri sekitar 400 peserta dari kalangan akademisi (dosen, guru dan mahasiswa), peneliti, instansi pemerintah, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), praktisi dan pemerhati bidang biologi dan pemerhati lingkungan. Sebanyak 30 peneliti dari Pusat Penelitian Biologi – LIPI telah berpartisipasi dalam Seminar Nasional Biologi XXII di Purwokerto. Topik (simposia) Seminar Nasional Biologi XXII adalah (1) Pendidikan Biologi, (2). Biologi Molekuler, Biologi Sel, dan Genetika, (3) Fisiologi dan Reproduksi, serta (4) Ekologi dan Konservasi. Jumlah makalah yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional kali ini adalah sejumlah 143 makalah oral dan 73 makalah poster. Pembicara kunci dalam Seminar Nasional Biologi adalah adalah Dr. Ir. Endah Murniningtyas, M.Sc. dari Bappenas dengan makalah utama berjudul “Peran Biologi dalam Pendayagunaan Bioresources Indonesia untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa” Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M. Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memaparkan tentang Pendidikan Biologi dengan tema ”Integrasi Aspek Afektif-Kognitif Melalui Pembelajaran Keanekaragaman Hayati Berorientasi Berpikir Sistem untuk Membekali Kemampuan Generalisasi dan Membuat Keputusan”, dan Dr. Siti Nuramaliati Prijono dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyampaikan makalah utamanya berjudul ”Penguasaan dan Penerapan Iptek Biologi: Strategi Pemanfaatan Bioresources Secara Berkelanjutan”.

 WK-2

Kongres PBI XV yang merupakan kegiatan rutin setiap empat tahun sekali dan Kongres PBI XV telah berlangsung pada 30 Agustus 2013. Acara dalam Kongres PBI meliputi Pembahasan dan pengesahan Agenda / Tata Tertib Kongres, Pemilihan Pimpinan Sidang dan terpilih adalah Dr. Ir. Miftahudin, M.Si., Laporan Pertanggungjawaban 2009-2013 oleh Ketua Umum PBI yaitu Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi, Pengesahan Laporan Pertanggungjawaban oleh Pimpinan Sidang, dan Pemilihan Ketua Umum dan Sekjen PBI Periode 2013-2017. Ketua Umum PBI terpilih Periode 2013-2017 adalah Dr. Siti Nuramaliati Prijono dan Sekertaris Jenderal adalah Dr. Bambang Sunarko. Dari Kongres PBI XV telah dihasilkan Garis Besar Program Umum (GBPU) Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) Periode 2013-2017 serta menetapkan dan menyetujui PBI Cabang Papua sebagai penyelenggara Seminar Nasional Biologi XXIII tahun 2015 di Papua, dan PBI Cabang Manado sebagai penyelenggara Kongres PBI XVI dan Seminar Nasional Biologi XXIV tahun 2017 di Manado, Sulawesi Utara. (Wartika Rosa Farida)


IURAN ANGGOTA PBI

10/07/2012


Paper Authorship and Proposal Writing Workshop

04/05/2012

Himpunan Kimia Indonesia, in collaboration with Ristek, CRDF Global and US Dept. of State, will held the workhop on 21-22 May 2012 in Jakarta and 24-25 May 2012 in Balikpapan

What
  • Collaboration
  • Workshop
  • National
When May 21, 2012 08:30 AM to
May 25, 2012 05:00 PM
Where Jakarta and Balikpapan
Contact Name paper@kimiawan.org
Add event to calendar vCal
iCal
 

Ristek

 

CRDF USDS
   HKI

Himpunan Kimia Indonesia in collaboration with Ministry of Research and Technology, CRDF Global, and US Dept. of State will hold a Paper Authorship and Proposal Writing Workshop, on 21-22 May 2012 in Jakarta and 24-25 May 2012 in Balikpapan. The workshop could be attended by doctoral candidates, researchers and editorial board members of national journals with the priority areas of biochemistry, biology, microbiology, biophysics, bioprocess engineering, and related fields. There will be a selection process before participants are accepted.

The members of Himpunan Kimia Indonesia (HKI), Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia (HKBAI), Konsorsium Biologiwan Indonesia (Kobi), Perhimpunan Ahli Kimia Medisinal Indonesia (Perakmi), Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekul Indonesia (PBBMI), Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) and Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (Permi) (after selection process) will get travel grant and accomodation support to participate in the workshop. Researchers from Balitbang and Balitbangda are also invited. Other selected participants have opportunity also to obtain support.

If you are interested to participate, please send email to paper[at]kimiawan.org. Selection will be conducted based on the research activity and “first come first served” basis. The committee has full right to determine the accepted applicants. 

Registration will be closed before Monday, 7 May 2012 for Jakarta event, and before Thursday, 10 May 2012 for Balikpapan event. 

To register as members of HKI, HKBAI, Kobi, PBBMI, PBI, Perakmi, and Permi, please send email to hki[at]sciencemath.net, hkbai[at]sciencemath.net, kobi[at]sciencemat.net, pbbmi[at]sciencemath.net, pbi[at]sciencemath.net, perakmi[at]sciencemath.net, and permi[at]sciencemath.net, respectively.


The Freshwater Snail Genus Sulcospira Troschel, 1857 From Java, With Description Of A New Species From Tasikmalaya, West Java, Indonesia (Mollusca: Gastropoda: Pachychilidae)

24/04/2012
No Image
Coiling Animal

The freshwater snail genus Sulcospira Troschel, 1858 is found in Sundaland, Indochina, and southern China, and its members usually occur in relatively fast running waters, such as rivers and streams or creeks (Köhler & Dames, 2009). Three species of Sulcospira have been recorded from Java: the type species of the genus, S. sulcospira (Mousson, 1848), as well as S. pisum (Brot, 1868) and S. testudinaria (von dem Busch, 1842) (van Benthem-Jutting, 1956; Köhler & Glaubrecht, 2005; Köhler et al., 2008). Earlier authors, including Morrison (1954) and van Benthem-Jutting (1956), referred the genus Sulcospira to the family Thiaridae and recognised only one species in Java, Sulcospira sulcospira.

Morrison (1954:381) stated that the shell of S. sulcospira appears to be similar to certain species of Brotia, Tylomelania, and to immature individuals of Balanocochlis. van Benthem-Jutting (1956) described the shell of S. sulcospira and cited Troschel’s (1858) remark that the animal of S. sulcospira contained numerous shelled juveniles, each with a shell of two whorls. Another species with a turreted but more slender shell than S. sulcospira is traditionally attributed to Brotia testudinaria (von dem Busch, 1842), while specimens with a broad shell shape and a short spire are identified as Balanocochlis pisum. These three species were placed in the family Thiaridae by van Benthem-Jutting (1956; see also Wenz, 1938; Morrison, 1954).

Download Full Article


Notes On The Distribution Of Invasive Freshwater Snail Pomacea Canaliculata (Lamarck, 1822) And P. Insularum (D’orbigny, 1835) In Indonesia

23/04/2012
No Image
Pomacea canaliculata

The freshwater snails and have been reported as important invasive species causing damage to crops and predominantly wetland rice in Asia. These snails are known as “Golden Apple Snail” (GAS), an introduced species from Argentina. or known as “keong mas, keongmurbei” was introduced in Indonesia around 1983, and after more than 20 years, it now can be found very abundant at various habitats such as marshes, ponds, irrigations, lakes and rice fields in almost all places in Indonesia.

Based on the collections of these snails deposited in the MZB (Museum Zoologicum Bogoriense, Research Center for Biology) and secondary data (references), the distribution of these two snails was studied. is widely distributed, while is only found at Lake Semayang and Lake Balikpapan in Kalimantan. The distribution map is presented and will be useful as a basic information to manage these invasive snails. distribution, snail, invasive, Indonesia Pomacea canaliculata P. insularum Pomacea canaliculata Pomacea canaliculata P. insularum Pomacea canaliculata, P. insularum,

Keywords: distribution, snail, invasive, Indonesia Pomacea canaliculata, P. insularum,

Download Full Article


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.