SEMINAR NASIONAL KEANEKARAGAMAN HAYATI : “Komitmen Pemerintah Terhadap Aichi Targets”

06/12/2016
pbi-sem

Kepala Pusat Penelitian Biologi, Presenter Sesi ke 2 dan Ketua PBI

LIHAT GALERI FOTO DI SINI

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) Internasional pada tahun 2016 yang disertai dengan semangat untuk terus berkomitmen dan berkontribusi secara ilmiah dalam menjaga kelestarian kehati Indonesia serta mendukung pemanfaatannya secara berkelanjutan, LIPI melalui Pusat Penelitian Biologi bekerjasama dengan Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) menyelenggarakan Seminar Nasional Keanekaragaman Hayati dengan tema “Komitmen Pemerintah Indonesia terhadap Aichi Biodiversity Targets”. Seminar sehari yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 3 Desember 2016 di Gedung Kusnoto, Bogor ini memfokuskan pada pemaparan dan pembahasan tentang kesanggupan pemerintah Indonesia untuk terus berupaya mencapai terget-target kehati yang telah dicanangkan dan disepakati bersama di kancah internasional melalui Konvensi Keanekaragaman Hayati Persatuan Bangsa-Bangsa (UN-CBD).

Acara yang dihadiri oleh peneliti, organisasi profesi ilmiah, akademisi, mahasiswa LSM dan penggiat lingkungan bertujuan untuk menghimpuna masukan dalam rangka kontribusi organisasi-organisasi profesi ilmiah dan seluruh pihak terkait dalam mendukung pemerintah Indonesia mencapai Aichi Targets yaitu target global untuk mengurangi laju kehilangan kehati, demikian sambutan pembuka seminar yang disampaikan oleh ketua panitia penyelenggara, Dr. Wartika Rosa Farida. Sementara itu, Ketua Umum PBI yang juga Sekretaris Utama LIPI, Dr. Siti Nuramaliati Prijono menyampaikan bahwa kehati sebagai aset nasional harus dikelola untuk dapat dimanfaatkan untuk kejesahteraan manusia, oleh karena itu implementasi dari kegiatan internasional yang banyak diikuti harus ada yang mengeksekusi dan salah satunya adalah peneliti, yaitu melalui riset-riset yang dilakukan untuk mendukung pemanfaatan kehati. Aichi Biodiversity Targets yang memuat dua puluh target keanekaragaman hayati (kehati) yang dicanangkan enam tahun yang lalu, merupakan target-target kehati yang telah disepakati oleh negara-negara pihak pada Conference of the Paties (CoP) ke-10 Convention on Biological Diversity yang diselenggarakan di Nagoya, Aichi Prefecture, Jepang pada tahun 2010. Indonesia sendiri sudah mempunyai IBSAP (Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plans) yang telah disesuaikan dengan Aichi Targets dan merupakan acuan nasional dalam pengelolaan dan pemanfaatan kehati Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan nasional yang berlaku. Dan tantangan dalam membangun potensi kehati Indonesia adalah belum terakomodirnya data kehati sebagai satu kesatuan yang utuh namun masih terpusat di masing-masing lembaga atau bahkan pribadi. Oleh karena itu, Indonesia harus dapat membuat country report dengan perencaan yang matang untuk tercapainya komitmen Indonesia yang sudag meratifikasi kehati. Dalam hal ini,

PBI diharapkan dapat berperan mengajak himpunan profesi yang berkaitan dengan kehati sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengelola kehati di Indonesia. Demikian pula pada sambutan dan pembukaan seminar nasional kehati dari Kepala Pusat Penelitian Biologi – LIPI, Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc. yang menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut. Ancaman kehati di Indonesia harus menjadi perhatian terutama untuk mengurangi laju kehilangan kehati dan habitatnya. Beberapa target yang sudah diklasifikasikan dan dicanangkan dalam Aichi Targets sudah mencakup semua aspek , namun yang menjadi permasalahan adalah bahwa target yang dicapai belum masif diterapkan secara nasional. Concern utama LIPI terkait perdagangan dan konversi kawasan yang tidak tertata dan tersistem dengan baik, dapat justru dapat membahayakan kehati. Terkait dengan desiminasi kehati yang dikembangkan di Pusat Penelitian Biologi – LIPI dan mengacu pada global facility yaitu Indonesia Biodiversity Information Facility (InaBIF) diharapkan menjadi model bagi semua instansi dalam mengelola kehati yang terakomodir dengan baik. Witjak-pun berharap seluruh peserta bisa memperoleh wawasan dari Aichi Targets dan infomasi yang dihasilkan dari kegiatan ini bisa menjadi usulan dan masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi yang mengundang narasumber dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem-KLHK, PKSPL-IPB, MLI, PBI dan Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Sebelum acara penutupan, dibacakan 15 poin draft perumusan hasil seminar yang intinya memuat tentang isu gloal kerusakan lingkungan dan pelaksanaan dari Aichi Target yang dijadikan sebagai titik tolak dalam menyelamatkan kerusakan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung kegiatan ini melalui penyusunan target nasional pengelolaan sumber daya hayati untuk kurun waktu 2015-2020 (IBSAP 2015-2020) dengan penyesuaian terhadap kondisi dan kebutuhan nasional. Dibahas pula “pekerjaan rumah” terutama dalam menyusun target dan indikator nasional untuk diimplementasikan, yang masih memiliki keterbatasan dan ketidak seragaman data Kehati Indonesia. Dan hal terpenting lainnya adalah kesediaan negara dalam hal dukungan keuangan dan teknis terhadap survai dan inventori kehati Indonesia. Kegiatan seminar sehari ini, ditutup oleh Ketua Pelaksana I PBI Pusat, Prof. Dr. Purnomo Soeharso yang berharap bahwa rumusan yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh semua stakeholder untuk jadikan acuan dibidangnya masing-masing.

Artikel ini ditulis oleh Yanti Eka Pertiwi (Humas Pusat Penelitian Biologi – LIPI)