Semirata 2014 Bidang MIPA

07/03/2014

Seminar Nasional Biologi XXII dan Kongres PBI XV di Purwokerto

07/11/2013

WK-1

Seminar Nasional Biologi XXII dan Kongres Perhimpinan Biologi Indonesia (PBI) XV di Purwokerto telah diselenggarakan pada 30 Agustus sampai dengan 1 September 2013 di “Graha Widyatama” Auditorium Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Salah satu issue utama adalah pembangunan ekonomi hijau yang kurang mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan Indonesia, dimana menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dengan pendayagunaan kekayaan suberdaya hayati (bioresources) secara lestari perlu diusulkan lebih kuat dan konkret oleh PBI kepada Pemerintah Indonesia berdasarkan hasil-hasil riset insan biologi Indonesia. Hal tersebut perlu diangkat menjadi topik utama dalam forum PBI tahun 2013 ini karena pembangunan Indonesia masih mengambil haluan ekonomi eksplotatif yang menyebabkan terjadinya penurunan habitat di Indonesia. Perubahan dan kerusakan habitat akan mengarah pada kepunahan bioresources (kekayaan jenis flora, fauna dan organisme lain) yang tak ternilai. Oleh karena itu pemanfaatan bioresources Indonesia perlu dibarengi dengan upaya perlindungan lestari dan basis riset yang kuat demi keberlangsungan biosfer termasuk manusia Indonesia. Belum kuatnya pangkalan data kekayaan sumberdaya hayati Indonesia dan kurangya pendidikan yang berorientasi pada lingkungan hayati Indonesia dapat bermuara pada tingginya potensi kehilangan bioresources yang sangat bernilai baik secara ekonomi maupun ekologis akibat pembangunan eksploitatif. Issue pendidikan biologi di Indonesia yang merupakan salah satu akar permasalahan dari uraian tersebut di atas juga perlu didiskusikan, sehingga bersamaan dengan implementasi kurikulum nasional tahun 2013 hal ini perlu dibahas dan disikapi oleh PBI.

 WK-3

Seminar Nasional Biologi 2013 dengan tema ” Peran biologi dalam pendayagunaan bioresources Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa” dihadiri sekitar 400 peserta dari kalangan akademisi (dosen, guru dan mahasiswa), peneliti, instansi pemerintah, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), praktisi dan pemerhati bidang biologi dan pemerhati lingkungan. Sebanyak 30 peneliti dari Pusat Penelitian Biologi – LIPI telah berpartisipasi dalam Seminar Nasional Biologi XXII di Purwokerto. Topik (simposia) Seminar Nasional Biologi XXII adalah (1) Pendidikan Biologi, (2). Biologi Molekuler, Biologi Sel, dan Genetika, (3) Fisiologi dan Reproduksi, serta (4) Ekologi dan Konservasi. Jumlah makalah yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional kali ini adalah sejumlah 143 makalah oral dan 73 makalah poster. Pembicara kunci dalam Seminar Nasional Biologi adalah adalah Dr. Ir. Endah Murniningtyas, M.Sc. dari Bappenas dengan makalah utama berjudul “Peran Biologi dalam Pendayagunaan Bioresources Indonesia untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa” Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M. Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memaparkan tentang Pendidikan Biologi dengan tema ”Integrasi Aspek Afektif-Kognitif Melalui Pembelajaran Keanekaragaman Hayati Berorientasi Berpikir Sistem untuk Membekali Kemampuan Generalisasi dan Membuat Keputusan”, dan Dr. Siti Nuramaliati Prijono dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyampaikan makalah utamanya berjudul ”Penguasaan dan Penerapan Iptek Biologi: Strategi Pemanfaatan Bioresources Secara Berkelanjutan”.

 WK-2

Kongres PBI XV yang merupakan kegiatan rutin setiap empat tahun sekali dan Kongres PBI XV telah berlangsung pada 30 Agustus 2013. Acara dalam Kongres PBI meliputi Pembahasan dan pengesahan Agenda / Tata Tertib Kongres, Pemilihan Pimpinan Sidang dan terpilih adalah Dr. Ir. Miftahudin, M.Si., Laporan Pertanggungjawaban 2009-2013 oleh Ketua Umum PBI yaitu Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi, Pengesahan Laporan Pertanggungjawaban oleh Pimpinan Sidang, dan Pemilihan Ketua Umum dan Sekjen PBI Periode 2013-2017. Ketua Umum PBI terpilih Periode 2013-2017 adalah Dr. Siti Nuramaliati Prijono dan Sekertaris Jenderal adalah Dr. Bambang Sunarko. Dari Kongres PBI XV telah dihasilkan Garis Besar Program Umum (GBPU) Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) Periode 2013-2017 serta menetapkan dan menyetujui PBI Cabang Papua sebagai penyelenggara Seminar Nasional Biologi XXIII tahun 2015 di Papua, dan PBI Cabang Manado sebagai penyelenggara Kongres PBI XVI dan Seminar Nasional Biologi XXIV tahun 2017 di Manado, Sulawesi Utara. (Wartika Rosa Farida)


IURAN ANGGOTA PBI

10/07/2012


Paper Authorship and Proposal Writing Workshop

04/05/2012

Himpunan Kimia Indonesia, in collaboration with Ristek, CRDF Global and US Dept. of State, will held the workhop on 21-22 May 2012 in Jakarta and 24-25 May 2012 in Balikpapan

What
  • Collaboration
  • Workshop
  • National
When May 21, 2012 08:30 AM to
May 25, 2012 05:00 PM
Where Jakarta and Balikpapan
Contact Name paper@kimiawan.org
Add event to calendar vCal
iCal
 

Ristek

 

CRDF USDS
   HKI

Himpunan Kimia Indonesia in collaboration with Ministry of Research and Technology, CRDF Global, and US Dept. of State will hold a Paper Authorship and Proposal Writing Workshop, on 21-22 May 2012 in Jakarta and 24-25 May 2012 in Balikpapan. The workshop could be attended by doctoral candidates, researchers and editorial board members of national journals with the priority areas of biochemistry, biology, microbiology, biophysics, bioprocess engineering, and related fields. There will be a selection process before participants are accepted.

The members of Himpunan Kimia Indonesia (HKI), Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia (HKBAI), Konsorsium Biologiwan Indonesia (Kobi), Perhimpunan Ahli Kimia Medisinal Indonesia (Perakmi), Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekul Indonesia (PBBMI), Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) and Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (Permi) (after selection process) will get travel grant and accomodation support to participate in the workshop. Researchers from Balitbang and Balitbangda are also invited. Other selected participants have opportunity also to obtain support.

If you are interested to participate, please send email to paper[at]kimiawan.org. Selection will be conducted based on the research activity and “first come first served” basis. The committee has full right to determine the accepted applicants. 

Registration will be closed before Monday, 7 May 2012 for Jakarta event, and before Thursday, 10 May 2012 for Balikpapan event. 

To register as members of HKI, HKBAI, Kobi, PBBMI, PBI, Perakmi, and Permi, please send email to hki[at]sciencemath.net, hkbai[at]sciencemath.net, kobi[at]sciencemat.net, pbbmi[at]sciencemath.net, pbi[at]sciencemath.net, perakmi[at]sciencemath.net, and permi[at]sciencemath.net, respectively.


The Freshwater Snail Genus Sulcospira Troschel, 1857 From Java, With Description Of A New Species From Tasikmalaya, West Java, Indonesia (Mollusca: Gastropoda: Pachychilidae)

24/04/2012
No Image
Coiling Animal

The freshwater snail genus Sulcospira Troschel, 1858 is found in Sundaland, Indochina, and southern China, and its members usually occur in relatively fast running waters, such as rivers and streams or creeks (Köhler & Dames, 2009). Three species of Sulcospira have been recorded from Java: the type species of the genus, S. sulcospira (Mousson, 1848), as well as S. pisum (Brot, 1868) and S. testudinaria (von dem Busch, 1842) (van Benthem-Jutting, 1956; Köhler & Glaubrecht, 2005; Köhler et al., 2008). Earlier authors, including Morrison (1954) and van Benthem-Jutting (1956), referred the genus Sulcospira to the family Thiaridae and recognised only one species in Java, Sulcospira sulcospira.

Morrison (1954:381) stated that the shell of S. sulcospira appears to be similar to certain species of Brotia, Tylomelania, and to immature individuals of Balanocochlis. van Benthem-Jutting (1956) described the shell of S. sulcospira and cited Troschel’s (1858) remark that the animal of S. sulcospira contained numerous shelled juveniles, each with a shell of two whorls. Another species with a turreted but more slender shell than S. sulcospira is traditionally attributed to Brotia testudinaria (von dem Busch, 1842), while specimens with a broad shell shape and a short spire are identified as Balanocochlis pisum. These three species were placed in the family Thiaridae by van Benthem-Jutting (1956; see also Wenz, 1938; Morrison, 1954).

Download Full Article


Notes On The Distribution Of Invasive Freshwater Snail Pomacea Canaliculata (Lamarck, 1822) And P. Insularum (D’orbigny, 1835) In Indonesia

23/04/2012
No Image
Pomacea canaliculata

The freshwater snails and have been reported as important invasive species causing damage to crops and predominantly wetland rice in Asia. These snails are known as “Golden Apple Snail” (GAS), an introduced species from Argentina. or known as “keong mas, keongmurbei” was introduced in Indonesia around 1983, and after more than 20 years, it now can be found very abundant at various habitats such as marshes, ponds, irrigations, lakes and rice fields in almost all places in Indonesia.

Based on the collections of these snails deposited in the MZB (Museum Zoologicum Bogoriense, Research Center for Biology) and secondary data (references), the distribution of these two snails was studied. is widely distributed, while is only found at Lake Semayang and Lake Balikpapan in Kalimantan. The distribution map is presented and will be useful as a basic information to manage these invasive snails. distribution, snail, invasive, Indonesia Pomacea canaliculata P. insularum Pomacea canaliculata Pomacea canaliculata P. insularum Pomacea canaliculata, P. insularum,

Keywords: distribution, snail, invasive, Indonesia Pomacea canaliculata, P. insularum,

Download Full Article


Keong Air Tawar Pulau Jawa (Moluska, Gastropoda)

12/04/2012
No Image
Jenis-jenis Sulcospira dari Jawa
Pendahuluan
Keong (Gastropoda) air tawar di pulau Jawa tercatat ada 62 jenis, menyebar dari Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur (van Benthem Jutting, 1956). Namun hasil pemantauan dan ekspedisi yang dilakukan 20 tahun terakhir, saat ini tercatat ada 66 jenis, bertambah empat jenis yakni Pomacea canaliculata, Physastra stagnalis, P. sumatrana yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980 an dan ditemukannya Sulcospira yang diduga jenis baru. Beberapa jenis keong menyebar luas di beberapa pulau lainnya, namun beberapa jenis lainnya terbatas hanya di Pulau Jawa atau endemik Jawa, seperti jenis-jenis Sulcospira sulcospira (Mousson, 1849) dan S. pisum (Brot, 1868). Keong air tawar umumnya dijumpai di berbagai tipe habitat seperti sungai, rawa, danau, kolam yang berair tenang atau berair deras, pada perairan dangkal atau dalam (> 10 m). Umumnya bersifat herbivore, namun beberapa juga karnivore, sebagian besar adalah pemakan detritus, lumut dan aneka ganggang. Beberapa jenis keong air tawar juga biasa dimakan, yakni keong tutut (Filopaludina spp.), keong gondang (Pila spp.) dan keong mas (Pomacea canaliculata), atau dikumpulkan sebagai pakan ternak itik dan lele.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.