Sarasehan Memperingatai Hari Jadi ke 45 PBI

PBI-1Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) pada hari Jumat, 6 Maret 2015 bertempat di Gedung Kusnoto Lt. 6 malaksanakan kegiatan Sarasehan dalam rangka Ulang Tahun PBI ke 45. Acara yang dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta ini terdiri dari peneliti, para pejabat struktural dilingkungan LIPI, pakar biologi/biologiwan dan peminat/pemerhati biologi mengambil tema “Kontribusi Ilmu Pengetahuan Bidang Biologi untuk Indonesia Sejahtera”. Hadir pula pada acara ini pakar biologi senior yang menjadi anggota dewan kepakaran PBI pusat dan merupakan pionir pengembangan ilmu biologi di Indonesia.

Agenda kegiatan sarasehan ini diawali dengan sambutan Kepala Pusat Penelitian Biologi – LIPI yang menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan ini perlu dilakukan secara berkala sebagai forum bertukar gagasan dan diharapkan menjadi arena penurunan nilai-nilai persfektif kristal pengetahuan, idealisme, passion dari generasi yang lebih senior ke yang junior. Beliau juga menghimbau dengan hadirnya para pakar biologi dalam acara saresehan ini jangan sampai disia-siakan, tapi hendaknya dijadikan tempat bertanya dan meminta masukkan dalam upaya memanfatkan apa yang kita punya untuk masa yang akan datang. Topik sarasehan yang menghadapkan ilmu dasar biologi pada tantangan aplikatif kesejahteraan bisa menimbulkan kegamangan, namun jalur tersedia dan terserah pada kreativitas kita dalam merangkainya. Satu hal lagi yang sangat penting dan tidak kalah pentingnya dengan yang lain adalah aspek pendidikan untuk kehidupan. Perlu adanya penekanan aspek praktis dalam ilmu biologi sebagai sarana pengajaran dan pendidikan di sekolah. Hal ini menjadi modal utama dalam memahami dan memanfaatkan kekayaan biodivesity Indonesia yang saking kayanya belum selesai kita menghitungnya tetapi justru telah menarik peneliti asing untuk mendapatkan akses dengan berbagai cara, dan kemungkinan terjadinya biopiracy tidak bisa dihentikan. Padahal dalam pasal 33 ayat 3 UUD 45 dan amandemennya memberi landasan hukum yang kuat bahwa biodiversity yang merupakan modal dalam kerjasama dengan asing adalah milik negara kita dan sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat. Mengarahkan ilmu biologi untuk membangun masyarakat sejahtera melalui biodiversity bukan merupakan tantangan yang terlalu berat. Ketajaman memilih topik yang relevan, dedikasi, kerja keras, passion, antusiasm, sinergi, integritas adalah kata-kata kunci yang perlu dihayati dan diterapkan untuk mengelola biodiversity untuk kesejahteraan Indonesia.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan acara Saresahan dalam rangka Ulang Tahun PBI ke 45 oleh ketua umum PBI yang juga merupakan Sestama LIPI. Pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa abad 21 ini merupakan “Abad Biologi” dan pada kesempatan inilah PBI dengan para pakar dan ahli biologinya sudah seharusnya dapat menunjukkan kontribusinya kepada pemerintah khususnya bangsa Indonesia sehingga Indonesia bisa mandiri, berdaya saing dengan kekayaan yang berlimpah yang ada di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Keberadaan ilmu biologi berperan penting terutama dalam pengembangan industri berbasis biologi yang sudah diadopsi oleh banyak negara di Eropa dan Amerika. Tidak ketinggalan negara Malaysia juga sudah me-launching bio ekonomi pada tahun 2012. Sedangkan Indonesia sendiri masih belum jelas sektoralnya dan tidak mengarah kepada pentingnya biologi, padahal Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah, namun ternyata belum bisa memanfaatkan kekayaan itu seoptimal mungkin, malah para peneliti asing yang datang ke Indonesia mencuri dan mengembangkannya.

Pemerintah belum menganggap penting penelitian mengeksplore kekayaan potensi yang berupa keanekaragam hayati yang kita miliki, sehingga perjalanan dinas kena potong terus. Dengan demikian perlu kiranya ada pihak yang dapat memberikan masukan kepada pemerintah akan pentingnya mengeksplore, mengungkapkan kekayaan dan juga potensinya serta riset-riset yang berbasis bio untuk mendukung bio ekonomi di Indonesia agar jangan sampai dimanfaatkan oleh negara asing. Sejarah mencatat bahwa dalam mencari jawaban pertanyaan sejak awal abad ke 19 berkembang pola-pola pemikiran para biolog yang pada awalnya bersifat filsafati berubah menjadi eksperimental dan ini merupakan tantangan bagi para biolog. Dimasa yang akan datang biologi memiliki posisi menentukan dalam menjamin kelangsungan kehidupan di planet bumi, oleh karena itu biologi modern akan ditentukan oleh penguasaaan disiplin bidang biokimia, genetika dan mikrobiologi menurut Prof. Mien Achmad Rifai M.Sc.,Ph.D. Sejarah perkembangan keilmuan pada bidang biologi terbukti telah dapat meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam penelitian ilmiah, oleh karena itu penyadaran terhadap pentingnya pengembangan ilmu biologi harus terus ditanamkan kepada generasi muda. Dengan menanamkan, membesarkan dan menentukan bibit-bibit budaya ilmiah. Ketimpangan pemahaman antara ilmu biologi dasar dan biologi terapan perlu segera mendapatkan pencerahan, oleh karena itu dalam sarasehan ini akan didiskusikan beberapa topik bahasan yang terkait dengan kontribusi ilmu pengetahuan bidang biologi untuk Indonesia sejahtera.

PBI-5Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dibagi dalam 3 sesi. Sesi I diisi dengan pemaparan mengenai peran organisasi profesi dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas bagi penelitian, pendidikan dan komunikasi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kesiapan SDM di perguruan tinggi dalam pembelajaran biologi dan diakhiri dengan pemaparan progress update IBSAP 2015-2020. Acara kemudian dilanjutkan setelah solat Jumat dengan diskusi sesi II yang diawali pemaparan mengenai peran ilmu pengetahuan dasar bidang biologi taksonomi dan biosistematik dalam era bioteknologi, kemudian disambung dengan pemaparan mengenai biologi kedokteran sabagai sarana meningkatkan kualitas SDM Indonesia dan diakhiri dengan biologi lingkungan dan evolusi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi III yang diawali pemaparan mengenai peran satwa liar dalam penyebaran penyakit zoonatik yang dilanjutkan dengan pemaparan etnobotani dengan mengangkat tema menggali budaya lokal yang arif untuk pengembangan iptek dan diakhiri dengan mengetengahkan bahan diskusi dengan tema menakar kontribusi mikrobiologi dalam mensejahterakan Indonesia.

PBI-6Di akhir acara sarasehan ditutup oleh Ketua Umum PBI (dalam hal ini diwakili oleh Sekjen PBI). Beliau menyampaikan terimaksihnya pada semua peserta dan pembicara yang tampil hari ini terutama terkait dengan saran, masukan, kritik terkait dengan Perhimpunan Biologi Indonesia yang memang faktanya adalah perlu mendapat perhatian khusus. Beliau berpesan agar seluruh pengurus berupaya dan bekerja keras untuk mewujudkan semua saran, usulan dan kritikan yang telah disampaikan oleh para peserta yang hadir, hal ini agar PBI bisa menjadi lebih bermanfaat dan berdayaguna untuk stake holder semua termasuk kita. Beliau juga berharap agar hasil saresahan ini dapat dijadikan bahan diskusi untuk dapat ditindaklanjuti bagaimana sebaiknya program-program PBI perlu dilaksanakan di masa depan. Terkait dengan rumusan 7a sampai i yang dihasilhan dari acara saresehan ini, PBI disarankan agar semua poin menjadi fokus dalam upaya perbaikan, juga disampaikan pula ucapan terimakasih kepada seluruh panitia puslit Biologi yang memfasilitasi kegiatan ini, tidak lupa permintaan maaf kepada semua peserta yang hadir bilamana pelayanan dari Pengurus Pusat Perhimpunan Biologi Indonesia masih di rasa kurang, serta perminta maaf bila pelaksanaan sarasehan yang memakan waktu dari pagi sampai sore ini kurang memuaskan peserta yang hadir.

PBI-4Rumusan kegiatan sarasehan dalam rangka memperingati ulang tahun PBI ke 45, di Gedung Kusnoto lantai 6, hari Jumat, 6 Maret 2015.

  1. Sumbangan ilmu biologi untuk membangun masyarakat sejahtera melalui sumber daya biologi yang dimiliki bangsa Indonesia bukan merupakan tantangan yang terlalu berat, ketajaman dalam memilih topik yang relevan, dedikasi, kerja keras, passion, autusiasm, sinergi dan integritas adalah kata kunci yang harus di fahami oleh setiap anggota PBI agar memiliki komitmen yang sama dalam mengembangkan ilmu biologi.
  2. Untuk cepat mengambil manfaat semua produk kecendikiaan dalam bidang biologi, perlu penajaman kesinambungan mata rantai hasil kegiatan semua pranata litbang mulai dari penelitian dasar dan terapan, pengembangan teknologi dan pencitraan inovasi teknik produksi.
  3. Budaya IPTEK khususnya biologi perlu ditumbuhkan dan dimapankan untuk membuat semua orang Indonesia memahami, menghayati dan mengamalkan bahwa “Biology is a fundamental for agrycultural, medicinal, and bio industrial development”.
  4. Ilmu dasar biologi termasuk ilmu taksonomi dan sistematika memiliki manfaat yang sangat besar bagi pembangunan bangsa jika pengembangan dan pemanfaatan ilmu tersebut melibatkan kemajuan pengetahuan dan teknologi modern, oleh karena itu perlu upaya menyadarkan pengambil kebijakan bahwa penelitian ilmu dasar biologi merupakan agenda yang sama pentingnya dengan agenda-agenda lain dari pembangunan bangsa.
  5. Riset dan pengembangan bidang biologi kedokteran perlu dikembangkan untuk mengungkap pengetahuan dasar biologi manusia indonesia sehingga dapat dimanfaatkan bagi dunia kedokteran Indonesia yang tidak bergantung pada bangsa lain.
  6. Kekayaan khasanah biologi Indonesia seperti kekayaan, keragaman dan keunikan mikroba, tumbuhan dan satwa liar dan endemik serta kekayaan etnobiologi Indonesia hendaknya menjadi modal bangsa yang harus diamankan, dipelihara, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kemandirian bangsa yang lebih sejahtera. Hal ini memerlukan upaya untuk menyadarkan masyarakat dan pengambil kebijakan akan pentingnya memelihara lingkungan dan kekayaan hayati Indonesia.
  7. (Khusus untuk PBI) PBI diharapkan (dalam beberapa hal harus):
  8. Mulai menggalakan anggotanya agar mampu menemukan bentuk-bentuk hasil kontribusinya yang betul-betul user friendly karena mudah dipakai dan dimanfaatkan oleh para penggaris kebijakan, pengambil keputusan, perencana kegiatan dan pengetahuan.
  9. Dikelola dengan lebih profesional sehingga kualitas organisasi profesi PBI akan setara dengan organisasi profesi lain baik di dalam maupun di luar negeri.
  10. Bekerjasama dengan cabang-cabang PBI di seluruh Indonesia untuk memberdayakan potensi yang ada pada setiap cabang dalam rangka membangun PBI yang lebih besar dan kuat.
  11. Dapat terlibat dalam perumusan dan implementasi kehati di Indonesia termasuk menciptakan peluang agar kegiatan riset dasar di bidang biologi mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah atau pengambil kebijakan.
  12. Menjadi perekat antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian di bidang biologi sehingga dapat bersama-sama membangun kompetensi biologi untuk menghadapi era biologi abad 21 melalui resource sharingdan kerjasama yang lebih produktif.
  13. Dapat berkembang menjadi organisasi profesi yang menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum pendidikan biologi di Indonesia dari mulai sekola dasar sampai perguruan tinggi.
  14. Dapat memberdayakan lulusan biologi dari segi regulasi pemerintah untuk memudahkan penempatan sarjana biologi dalam dunia kerja.
  15. Dapat menjadi garda terdepan dalam upaya mendorong minat generasi muda dalam menekuni bidang biologi.
  16. Diharapkan memiliki jurnal ilmiah berskala intenasional yang berkelas (terindeks scopus atau sci thomson) sebagai sarana untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian biologi di Indonesia dan juga promosi PBI ke dunia internasional.

Artikel ini ditulis oleh : Yanti Eka Pertiwi (Humas Puslit Biologi) | 25 Maret 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s